"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga."

(Matius 6:14)

Akar Pahit

1 Samuel 24:1-8a

Teens, kisah ini adalah suatu contoh yang sangat menarik tentang akar pahit yang sangat dapat membahayakan kehidupan seseorang. Raja Saul yang merasa tersaingi oleh Daud si gembala yang mendadak jadi idola rakyat Israel, ternyata telah mendorong Saul untuk memusuhi dan bahkan berencana membunuh Daud. Iri hati, dengki, dendam, cemburu yang dibiarkan membara dalam diri manusia, lama-kelamaan ia akan menjadi timbunan akar pahit. Akar pahit ini tidak mengenal siapa pun, apakah ia seorang sahabat, atau bahkan keluarga, ia akan tetap menjadi suatu kekuatan untuk menghancurkan yang lain. Berbeda dengan Daud, ketika ada kesempatan untuk membalas perlakuan Saul kepadanya, Daud justru memilih jalan damai. Ia memutus rantai kekerasan yang dimulai Saul.

Angga, nama remaja yang pada saat jam istirahat duduk di sudut kantin dengan wajah yang muram dan selalu melamun, di tangan dan kakinya ada luka memar. Dari sahabatnya kami mendengar ternyata sedari kecil dia dididik dengan keras oleh ayahnya. Kesalahan kecil saja yang dia lakukan, dia langsung dipukul oleh ayahnya. Meskipun ia sering dibelikan barang-barang yang sangat mahal harganya, Angga sama sekali tidak mengharapkan semua itu, melainkan kasih sayang dan kebebasan, karena selama ini ia merasa dikekang, dan selalu mengalami ketakutan.

Teens, maksud ayah Angga mungkin baik dengan mendisiplin dan memonitor dengan sangat ketat, tapi tanpa disadari ia telah menciptakan akar pahit yang tertimbun dalam diri Angga. Hal ini akan sangat membahayakan Angga dan tentu saja orang di sekitarnya, jika ia tidak berusaha untuk menerima dan mengampuni perbuatan ayahnya. Akar pahit itu hanya akan menjadi beban dan menimbun bara dendam. Belajarlah seperti Daud, yang menerima dan mengampuni Saul sebagai orang yang patut dihormati. Ia tidak membiarkan dirinya dipenuhi akar pahit akibat perlakuan Saul, sebaliknya menawarkan pengampunan.